Lansia dan pelayanan pada lansia

Konsep Dasar lanjut Usia

Pengertian

Menurut UU No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan usia pada Bab Pasal 1 Ayat 2 yang berbunyi “lanjut usia adalah seorang yang mencakup usia 60 tahun keatas”.
Semua orang akan mengalami proses menk\jadi tua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, yang pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit sampai tidak mrlakukan tugasnya sehari-hari lagi hingga bagi kebanyakan oaring masa tua itu merupakan masa yang kurang menyenangkan.

Sedangkan seorang menjadi lanjut usia dikerakan adanya beberapa proses individual, antara lain :
a. Umur biologis : fungsi berbagai sistem organnya dibandingkan dengan orang lain pada umur yang sama.
b. Umur Psikogis : kapasitas adaptasi individu dibandingkan dengan orang lain pada umur kronologis yang sama.
c. Umur sosial : sejauh mana individu dapat melakukan peran sosial dibandingkan dengan anggota masyarakat dibandingkan dengan anggota masyarakat lain pada umur kronologis yang sama.
d. Umur fungsional : tingkat kemampuan individu untuk berfungsi dimasyarakat dibandingkan dengan orang lain pada umur kronologis yang sama.

Batasan-Batasan lanjut Usia

a. Menurut Organisasi kesehatan Dunia (WHO)
1) usia Pertengahan Kesehatan (Middle Age), kelompok usia 45-59 tahun.
2) Usia lanjut (Elderly) antara 60-70 tahun.
3) Usia lanjut tua (Old) antara 75-90 tahun.
4) Usia lanjut tua (Very Old) di atas 90 tahun.

b. Menurut Prof.DR.Ny.Sumiati AHMAD Mohamad.
1) 0-1 tahun masa bayi
2) 1-6 tahun masa pra sekolah
3) 6-10 masa sekolah
4) 20-40 tahun masa dewasa
5) 40-65 tahun masa setengah umur (Presenium)
6) 65 tahun keatas masa lanjut usia Senium).

c. Menurut Prof. DR. Koesmato Setyonegoro
Pengelompokan lanjut usia sebagai berikut : Usia dewasa muda (Elderly Adulhood : 18/20 – 25 tahun. Usia dewasa penuh (Middle Years) atau maturitas : 25 -60/65 tahun. Lanu\jut usia (Geratric Age) lebih dari (Od), dan lebih dari 80 tahun (Very Old).

d. Menurut Undang-undang Nomor 4 tahun 1965
Dalam pasal 1 dinyatakan sebagai berikut : “Seorang dapat dinyatakan sebagai orang jompo atau lanjut usia setehah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun, tidak mempunyai atau tiadak berdaya mencari nafkah dari orang lain”.

e. Menurut Birren and Jenner
Membagi menjadi kelompok :
1) Usia biologis : jangka waktu seorang sejak lahirnya berada dalam keadan hidup tidak mati.
2) Usia psikologis : kemampuan seorang untuk mengadakan penyesuaian pada situasi yang dihadapinya.
3) Usia sosial : peran-paran yang diberkan masyarakat kapada seorang sahubungan dengan uasianya.

Teori – Teori Proses Menua

a. Teori Biologi
Teori genetik dan Mutasi (Simatic Mutatie theory)
Menurut teori ini menua telah terprogram secara genitik untuk spesies tertentu. Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan Biokimia yang deprogram oleh molekul-molekul/DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi. Sebagai berikut conth yang khas adalah mutasi dari sel kelamin (terjadinya penurunan kemampuan fungsional sel).
1) Pemakaian dan rusak kelebihan usaha dan strees menyebabkan sal tubuh lelah (terpakai).
2) Reaksi dari kekebalan sendiri (Auto Immune Theory)
tubuh, suatu saat diproduksi suatu zat khusus. Ada jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap zat tersebut sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan sakit.
3) Teori Immunologi Slow Virus (Immunologi Slow Virus Theory)
Sistem immune menjadi efektif denga bertambahnya usia dan masuknya virus kedalam tubuh menjadi lemah dan sakit.
4) Teori Strees
Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang bisa digunakan tubuh. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahan kestabilan lingkungan.
5) Teori radikal Bebas
Radiakal bebas dapat terbentuk di alam bebas, tidak stabilnya radikal bebas (kelompok atom) mengakibatkan aksidasi oksigen bahan-bahan ogganik seperti karbohidrat dan protein. Radikal ini menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi.
6) Teori Rantai Silang
Sel-sel tua atau usang, reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang kuat, khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastis, kekacauan dan hilangnya fungsi.
7) Teori Program
Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel yang membelah setelah sel-sel tersebut mati.

b. Teori Kejiwaan Sosial
1) Aktivitas atau Kegiatan (Aktivity Theory)
Ketentuan akan meningkatnya pada penuruanan jumlah kegiatan secara langsung. Teori ini menyatakan bahwa pada lanjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial. Ukuran optimum (pola hidup) dilanjutkan pada cara hidup dari lanjut usia. Mempertahankan hubugan antara sistem sosial dan individu agar tetap stabil dari usia pertengahan ke lanjut usia.
2) Kepribadian berlanjut (continuity Theory)
Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. Teori ini merupakan gabungan dari teori di atas. Pada teori menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yanglanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimilikinya.
3) Teori Pembebas (disengagement Theory)
Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia, seorang secara beragsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaualan sekitarnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial sehingga sering terjadi kehilangan ganda (Triple Loos) yakni : kehilangan peran (Loos of Role), hambatan kontak sosial (Restraction of Contact and Relation Ship) dan berkurangnya komitmen (Reduced commitment to social mores and values) (Nugroho. W,1999)

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Ketuaan

a. herediter : keturunan/genetic
b. Nutrisi : makanan
c. Status kesehatan
d. Pengalaman hidup
e. Lingkungan
f. Stess

Perubahan – perubahan yang terjadi pada lansia

a. Perubahan-perubahan fisik
Jumlah sel sedikit dan ukurannya lebi8h besar, proporsi protein pada sel menurun mengakibatkan tergangguanya mekanisme perbaikan sel. Otak menjadi lebih kecil dan atrofi, saraf panca indra mengecil sehingga berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya saraf penciuman dan perasa, lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin. Pada sistem kardiovaskuler terhadap perubahan elastisitas dinding aorta menurun, katup jantung menebal dan menjadi kaku, kemampuan jantung untuk memompa darah berkurang. Perubahan sistem respirasi, otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan, menurunnya aktivitasdari silia, paru-paru kehilangan elaswtisitas dan kemampuan pegas dinding dada, kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Kehilangan gigi, indra pengecap menurun, rasa lapar menurun, peristaltic lemah dan biasanya timbul konstipasi. Fungsi absorpsi melemah, hati makin mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan adalah perubahan yang terjadi pada sistem gastroitetinal. Sistem endokin, produksi hampir semua hormom menurun, dan menurunnya aktivitas tiroid, basal metabolisme rate dan daya pertukatan zat menurun. Pada sistem gastrointestinal. Kulit mengkerut akibat kehilangan jaringan lemak, menurunnya mekanesme proteksi kulit. Perubahan pada musculoskeletal : tulang kehilangan densitas dan makin rapuh, persendian membesar, kaku, discua intervertebralis menipis dan terdapat kifosis.
Perubahan terjadi pada sistem genitaourinaria, ginjal merupakan alat untuk mengeluarkan sisa metabolisme tubuh melalui urine, mengalani perubahan unit terkecil dari ginjal mengecil dan menjadi atrofi, aliran darah keginjal menurun sampai 50 % funsi tubulus berkurang akibatnya kemampuan mengkonsentrasiakan urine berkurangnya akibatnya kemampuan mengkonsentrasikan urine berkurang. Vesika urinaria, secara umum dengan bertambahnya usia kapasitas kandung kemih menurun. Sisa urine tersebut selesai berkemih cendrung meningkat dan kontraksi otot-otot kandung kemih yang tidak teratur makin sering terjadi. Penurunan kapasitas kandung kemih sampai-sampai 200 ml akan menyebabkan frekuensi buang air seni meningkat.
Sehubungan dengan faktor usia, seorang wanita akan mengalami perubahan yang disebut menopause. Kapasitas reproduksi menurun dan organ kelamin turut atrofi. Pada awalnya menstruasi menjadi tidak teratur dan tidak lancar, darah haid yang keluar sangat sedikit atau sangat banyak. Muncul gangguan vasomotoris berupa penyempitan atau pelebaran pembuluh darah. Mengeluh pusing atau sakit kepala, keluar keringat terus-menerus dan terjadi neuralgia atau gangguan syaraf (Nugroho, 1992, cit, Wardhana. I, 2003 dalam Henny Sularesti, 2005).

b. Perubahan-perubahan mental
1) Pertama-tama perubahan fisik, khususnya organ perasa.
2) Kesehatan umum
3) Tingkat pendidikan
4) Keturunan (Herediter)
5) Lingkungan
6) Gangguan Memory
7) I.Q.

c. Perubahan-perubahan psikososial
1) Pensiun
2) Merasa atau sadar kematian
3) Perubahan dalam cara hidup. Yaitu memasuki rumah perawatan bergerak lebih sempit
4) Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan
5) Penyakit kronis dan ketidakmampuan
6) Kesepian kronis dan ketidakmampuan
7) Gangguan syaraf panca indera, timbul kebutaan dan ketulian
8) Kehilangan hubungan dengan teman-taman dan famili
9) Kehilangan kekuatan dan ketegapan fisik

d. Perubahan spiritual
1) Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupannya
2) Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya, hal ini terlihat dalam berpikir dan bertindak dalam sehari-hari
3) Perkembangan spiritual pada usia 70 tahun menurut Flower, 1978. Universalizing, perkembangan yang dicapai pada tingkat ini adalah berpikir dan bertindak dengan cara memberi contoh cara mencintai dan keadilan (Nugroho, 1999).

Penyakit Yang Sering Dijumpai Pada Lanjut Usia
Menurut ”The National Old People’s Welfare Council”.
Di Inggris menemukan bahwa penyakit atau gangguan umum lanjut usia ada 12 macam yakni :
a. Depresi mental
b. Gangguan pendengaran
c. Bronchitis kronis
d. Gangguan pada tungkai/sikap berjalan
e. Gangguan pada koksa/sendi panggul
f. Anemia
g. Dimensia
h. Gangguan penglihatan
i. Ansietas/kecemasan
j. Dekompensasi kordis
k. Diabetes Melitus, Osteomaslasia dan Hipotiroidisme
l. Gangguan pada defekasi (Nugroho, 1999).

Konsep Dasar Pelayanan Pada Lansia

Pengertian.
Pelayanan adalah perihal atau cara melayani (DepDikBud, 1993 dalam Henny Sularesti, 2005)
Pelayanan adalah usaha untuk melayani kebutuhan orang lain dengan memperoleh imbalan (DepDikBud, 1993 dalam Henny Sularesti 2005).

Sasaran.
Sasaran pelayanan terbagi 2 (dua) yaitu sasaran langsung dan sasaran tidak langsung. Sasaran langsung berupa lanjut usia yang berusia 60 tahun keatas, potensial serta sehat jasmani dan rohani. Sasaran tidak langsung berupa organisasi sosial, yayasan dan LSM yang bergerak dibidang pelayanan lanjut usia, masyarakat, dunia usaha dan intansi pemerintah.

Tujuan
a. Terpenuhinya kebutuhan jasmani, rohani, sosial dan psikologis lanjut usia secara memadai serta teratasinya masalah-masalah akibat usia lanjut.
b. Terlindunginya lanjut usia dari perlakuan yang salah
c. Terlaksananya kegiatan-kegiatan yang bermakna bagi lanjut usia.
d. Terpeliharanya hubungan yang harmonis antara lanjut usia dengan keluarga dan lingkungan.
e Terbentuknya keluarga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan terhadap lanjut usia.
f. Melembaganya nilai-nilai penghormatan terhadap lanjut usia.
a. Tersedianya pelayanan alternative diluar pelayanan panti sosial bagi lanjut usia.

Jenis Pelayanan.
Jenis pelayanan harian lanjut usia didasarkan pada kebutuhan dan masalah lanjut usia. Dalam proses pelayanan, lanjut usia dituntut untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang bermakna bagi masa tuanya.

Berdasarkan hal tersebut pelayanan harian lanjut usia meliputi :

a. Pelayanan sosial.
Pelayanan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lanjut usia dalam menyesuaikan diri terhadap proses perubahan dirinya, baik secara fisik, psikologis maupun sosial.
Pelayanan sosial mencakup :

1). Bimbingan Sosial
(a). Mengatasi masalah masalah lanjut usia dalam hubungannya dengan lingkungan sosial, khususnya keluarga.
(b). Mengoptimalkan relaksasi antara sesame lanjut usia maupun dengan lingkungan sosialnya (keluarga dan komunitas sekitas lembaga pelayanan harian).
Pelayanan ini dilakukan melalui bimbingan sosial individu dan bimbingan sosial kelompok dalam bentuk konseling, diskusi, pemainan peran dan lain-lain.

2). Bimbingan psikososial
Bimbingan psikososial diarahkan untuk mengatasi masalah psikososial yang bersumber dari tekanan-tekanan emosional, psikologis dan lingkungan sosial lanjut usia, menurunkan kecemasan mereka dan masalah-masalah lainnya.
Bimbingan psikososial dilaksanakan melalui kegiatan konseling, individu, kelompak dan keluarga.

b. Pelayanan Psikologis
Pelayanan ini terutama ditujukan untuk memperbuat kondisi mental dan psikologis lanjut usia dan keluarganya dalam menghadapi berbagai tekanan.
Pelayanan ini dilakukan melalui :
1. pelayanan konsultasi psikologis.
2. Pelayanan rekruitmen lanjut usia potensial yang masih ingin bekerja.
3. Pelayanan konseling dan lain-lain.

c. pelayanan Kerohanian
Pelayanan kerohanian bertujuan untuk menciptakan kepuaan batin, mencapai ketenangan jiwa dan ketakwaan lanjut usia kepada Tuhan yang Maha Esa, yang dilakuakan melalui kegiatan pengajian, kebaktian, ceramah-ceramah agama dan ziarah.

d. Pemeliharaan Fisik dan Kesehatan.

Pelayanan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kondisi dan keberfungsian fisik lanjut usia serta meningkatkan pemahaman dan partisipasi lanjut usia dalam upaya pemeliharaan fisik dan kesehatan.

Pelayanan pemeliharaan fisik dan kesehatan dilakukan melalui :

1) Pelayanan makan dan gizi, yang bertujuan untuk menjaga terpenuhinya kebutuhan fisik, nutrisi atau diet lanjut usia.
Pelayanan ini terdiri dari :
(a). Penyediaan makanan
(b). Pengaturan asupan makanan
(c). Konsultasi diet
(d). Pemberian makanan tambahan (snak dan lain-lain)

2) Pelayanan kesahatan, yang bertujuan untuk memantau serta menjaga kondisi kesehatan lanjut usia.
Pelayanan ini meliputi : Pelayanan promotif, prepentif dan kuratif, termasuk didalamnya pelayanan pemeriksaan kesehatan.

3) Pelayanan kebugaran
Pelayanan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada lanjut usia dalam melaksanakan aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan fisik serta menjaga sarana kegiatan rekreatif.
Pelayanan kebugaran meliputi :
(a). Penyelenggaraan senam kesehatan yang bersifat khusus seperti senam jantung dan darah tinggi.
(b). Penyediaan pasilitas olahraga yang sesuai dengan kebutuhan lanjut usia.

e. Penyedian Tempat yang sehat dan aman
Pelayanan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada lanjut usia yang memungkinkan mereka untuk beristirahat maupun melakukan aktivitas dengan penuh semangat.
f. Pelayanan Rekreasi dan Penyaluran Hobi.
Pelayanan ini ditujukan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi usia lanjut kegiatan yang bersifat hiburan atau pengisian waktu luang.Pelayanan ini meliputi :
1). Darmawisata bersama
2). Merayakan ulang tahun atau mengadakan arisan
3). Menyediakan fasilitas hiburan (ruangan untuk menyanyi, nonton TV, dansa dan lain-lain)
4). Merajut, berkebun, memancing, dan lain-lain
5). Menyenggarakan kursus-kursus : bahasa, ketrampilan praktis dan lain-lain
6). Menyediakan fasilitas perpustakaan.g. Pelayanan Penghubung (Rujukan)
Pelayanan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan usia lanjut dengan cara menghubungkan atau merujuk mereka dangan sistem sumber atau pelayanan lain yang yang dibutuhkan di luar Lembaga Pelayanan Harian diharapkan menyediakan pelayanan penunjang, antara lain :

1). Pelayanan Data dan Informasi
Pelayanan ini bertujuan untuk mrnyediakan data dan informasi berkaitan dengan permasalan lanjut usia dan Pelayanan Harian Lanjut usia seperti : persyaratan penerimaan, jenis pelayanan yang tersia, proses pelayanan, sarana dan prasarana yang tersedia dan lain-lain.

2). Pelayanan ini bertujuan untuk meningkatkan mobolitas lanjut usia yang meliputi : penyedian sarana trasportasi yang diperlukan lanjut usia, ambulance dan lain-lain (DepSos RI,2003 dalam Henny Sularesti).

fuadbahsin.wordpress.com..
fu4th@yahoo.com

About these ads

Tentang Said Fuad Bachsin

Nice to meet you all... :)
Tulisan ini dipublikasikan di Teori-teori kesehatan untuk karya tulis dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Lansia dan pelayanan pada lansia

  1. ika berkata:

    asslm…ada gk pnlitian ttng konsep diri pada lansia di panti..tks be4..

  2. agustinus berkata:

    bos tentang konsep dasar kesepian mau dunk… makasih sebelumnya…

  3. fanny berkata:

    faktor2 kecemasan terhadap perubahan fisik pda wanita usia 40 tahun keatas dunk..

    • fuadbahsin berkata:

      perubahan fisik pada wanita 40 tahun ke atas, itu kompleks.. karena telah memasuki masa penuaan.. di antaranya perubahan fisik pada kulit, pencernaan, dll.. dan bahkan menopause.. so, hal tersebut bisa menjadi stresor yang mengganggu kenyamanan sang wanita.. otomatis bila ada yang tidak beres pada fisiknya, si ibu 40 tahun akan diterpa gonjangan psikologis ansietas/ kecemasan.. salah satu buktinya dia akan bertanya “Ada apa dengan diriku sekarang? tidak seperti dulu lagi, tidak secantik dulu lagi” (makanya wanita jangan suka sombong dgn kecantikan.. he.. :D)
      saya harap ada jawaban yang lebih memuaskan.. thank you.. let us share..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s