Imunisasi BCG

Landasan Teori Tentang Imunisasi BCG
1.    Pengertian Imunisasi

Imunisasi adalah suatu usaha memberikan kekebalan tubuh bayi dan anak terhadap penyakit tertentu, sedangkan vaksin adalah kuman atau racun kuman yang dimasukkan ke dalam tubuh bayi/ anak yang disebut antigen. (Depkes, 1993 : 47).
Imunisasi ialah tindakan untuk memberikan perlindungan (kekebalan) di dalam tubuh bayi dan anak. (Andi Utama, http://www.article.php.htm.id.2004).
Tuhan menciptakan setiap makhluk hidup dengan kemampuan untuk mempertahankan diri terhadap ancaman dari dari luar dirinya. Salah satu ancaman terhadap manusia adalah penyakit, terutama penyakit infeksi yang dibawa oleh berbagai macam mikroba seperti virus, bakteri, parasit, jamur. Tubuh mempunyai cara dan alat untuk mengatasi penyakit sampai batas tertentu. Beberapa penyakit seperti pilek, batuk dan cacar air dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Dalam hal ini dikatakan bahwa sistem pertahanan tubuh (sistem imun) orang tersebut cukup baik untuk mengatasi dan mengalahkan kuman-kuman penyakit itu. Tetapi bila kuman penyakit itu ganas, sistem pertahanan tubuh (terutama pada anak-anak atau orang dewasa dengan daya tahan tubuh lemah) tidak mampu mencegah kuman itu berkembang biak, sehingga dapat mengakibatkan penyakit berat yang membawa pada cacat atau kematian.
Apakah yang dimaksud dengan sistem imun? Kata imun berasal dari bahasa Latin (imunitasa) yang berarti pembebasan (kekebalan) yang diberikan kepada senator Romawi selama masa jabatan mereka terhadap kewajiban sebagai warga Negara biasa dan terhadap dakwaan. Dalam sejarah, istilah ini kemudian berkembang sehingga pengertiannya berubah menjadi perlindungan terhadap penyakit, dan lebih spesifik lagi, terhadap penyakit menular. Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya, yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya yang masuk ke dalam tubuh. Kuman disebut antigen, pada saat pertama kali antigen masuk ke dalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut antibody. Pada umumnya reaksi pertama tubuh untuk membuat antibody tidak terlalu kuat, karena tubuh belum mempunyai “pengalaman” tetapi pada reaksi kedua, ketiga, dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori untuk mengenali antigen tersebut sehingga pembentukan-pembentukan antibody terjadi dalam waktu yang lebih cepat dan dalam jumlah yang banyak, itulah sebabnya, pada beberapa jenis penyakit yang dianggap berbahaya, dilakukan tindakan imunisasi atau vaksinasi. Hal ini dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan agar tubuh tidak terjangkit penyakit tersebut, atau seandainya terkena pun, tidak akan menimbulkan akibat yang fatal.
2.    Macam-Macam Imunisasi
Imunisasi ada dua macam, yaitu yang aktif dan pasif. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau racun yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibody sendiri, contohnya adalah imunisasi polio dan campak. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibody, sehingga kadar antibody dalam tubuh meningkat. Contohnya adalah penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami luka kecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagai jenis antibody dari ibunya melalui darah placenta selama masa kandungan, misalnya antibody terhadap campak. (Conan, http://www.index.php.htm.com.id.2004).
Program imunisasi balita terdiri atas BCG (anti Tuberculosis), difteri (anti infeksi saluran pernafasan), pertusis (anti batuk rejan), tetanus, polio, campak, dan hepatitis B (Dewanto, http://www.26072001.htm.com.id.2004).
3.    Pengertian imunisasi BCG
Imunisasi BCG adalah vaksinasi hidup yang diberikan pada bayi untuk mencegah terjadinya penyakit TBC. (Dirjen PPM dan PLP, 1989 : 71).
BCG berasal dari strain bovinum M. Tuberculosis oleh Calmette dan Guerin yang mengandung sebanyak 50.000 – 1.000.000 partikel/ dosis. Bakteri ini menyebabkan TBC pada sapi tapi tidak pada manusia. Vaksin ini dikembangkan pada tahun 1950 dari bakteri M. tuberculosis yang hidup, karenanya bisa berkembang biak dalam tubuh dan diharapkan bisa mengindus antibody seumur hidup. Selain itu, pemberian 2 atau 3 kali tidak berpengaruh sehingga vaksinasi BCG hanya diperlukan sekali seumur hidup. (Hendrawan, http://www.artikel.php.htm.com.id, 2003).
4.    Pemberian vaksinasi.
BCG diberikan sekali sebelum anak berumur 2 bulan. BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan vaksin disuntikkan secara intracutan pada lengan atas, untuk bayi yang berumur kurang dari satu tahun diberikan sebanyak 0,005 ml dan untuk anak yang berumur lebih dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,1 ml. (Hendrawan, http://www.article.php.com.id, 2003).
Vaksin BCG sebaiknya diberikan dengan suntikan intradermal vaksin kering beku dibentuk lagi dalam “salin” (yang disediakan bersama vaksin) dan ia harus dipergunakan segera Sesudah dicampur dan dijauhkan dari sinar matahari. Kulit tempat vaksinasi harus dibersihkan dengan eter atau aseton, tetapi tidak dengan antiseptic 0,1 ml vaksin disuntikkan ke dalam kulit tepat dibawah insersi deltoideus dengan spuit 1 ml sekali pakai dengan lereng pendek ukuran 25, menimbulkan wheal sekitar 8 mm.
5.    Reaksi Pemberian Vaksin BCG
Reaksi yang timbul sesudah sekitar satu minggu mula-mula timbul suatu papula merah pada tempat suntikan dan ukurannya meningkat selama ­2-3 minggu sekitar berdiameter 1 cm atau ke ulkus jinak yang sembuh dalam  6-12 minggu yang meninggalkan parut.
Reaksi yang mungkin terjadi pada pemberian imunisasi BCG yaitu :
Reaksi lokal : 1 – 2 Minggu setelah penyuntikan, pada tempat penyuntikan timbul kemerahan dan benjolan kecil yang teraba keras. Kemudian benjolan ini berubah menjadi pustule (gelembung berisi nanah), lalu pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus). Luka ini akhirnya sembuh secara spontan dalam waktu 8 – 12 Minggu dengan meninggalkan jaringan parut.
Reaksi regional : pembesaran kelenjar getah bening ketika atau leher, tanpa disertai nyeri tekan maupun demam, yang akan menghilang dalam waktu 3 – 6 bulan. (Hendrawan, http://www.article.php.com.id, 2003).
6.    Manfaat dan Jadwal Pemberian Imunisasi BCG
Tujuan dari pemberian imunisasi BCG terhadap anak balita 0 1 tahun adalah untuk mencegah penyakit TBC. Telah diketahui bahwa penyakit TBC mudah sekali menular, sedangkan pada masa bayi telah diketahui pula sangat peka terhadap serangan penyakit, apalagi terhadap penyakit menular. Tentunya memberikan peluang yang sangat besar untuk terkena penyakit menular atau TBC kalau anak tersebut tidak diimunisasi BCG. Oleh karena itu, imunisasi BCG sangat penting diberikan sedini mungkin.
Kesehatan anak di waktu kecil akan menentukan kesehatan dan kesejahteraan anak di waktu dewasa nantinya. Dengan imunisasi BCG dapat mencegah terjadinya komplikasi yang serius penyakit TBC, misalnya TBC dapat menjadi TBC otak yang mengakibatkan anak menjadi bodoh dan cacat di waktu kecil dan pastinya pertumbuhan dan perkembangan akan terganggu di masa dewasa nantinya. Selain itu kuman TBC juga dapat menyerang berbagai organ tubuh seperti : paru-paru, tulang, kelenjar getah bening, sendi, ginjal, dan hati. Untuk itu, pemberian imunisasi BCG secara dini sangatlah diperlukan.
Sedangkan jadwal pemberian imunisasi BCG sebaiknya dilakukan pada waktu bayi baru lahir sampai usia 12 bulan, tetapi yang paling baik sebaiknya dilakukan pada bayi sebelum usia 2 bulan.
7.    Komplikasi Pemberian Imunisasi BCG
Komplikasi yang mungkin timbul adalah :
Pembentukan abses (penimbunan nanah) di tempat penyuntikan karena penyuntikan yang selalu dalam. Abses ini akan menghilang secara spontan. Untuk mempercepat penyembuhan, bila abses telah matang, sebaiknya dilakukan aspirasi (penghisapan abses dengan menggunakan jarum) dan bukan disayat.
Limfadenetis supurativa, terjadi jika penyuntikan terlalu dalam atau dosisnya terlalu tinggi. Keadaan ini akan membaik dalam waktu 2 bulan.

About these ads

Tentang Said Fuad Bachsin

Nice to meet you all... :)
Tulisan ini dipublikasikan di Teori-teori kesehatan untuk karya tulis dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Imunisasi BCG

  1. lindon berkata:

    trims, pak fuad buat infonya, oh ya, klo babynya udah di vaksin bcg, apa sudah jamin tidak akan tertular tbc dr orang dewasa?

  2. Kneettava berkata:

    Hello fuadbahsin.wordpress.com, It have some specialities: fuadbahsin.wordpress.com In whom it is possible to order the ? Who can help? and this : But it is not clear which, if any, of the pathological features causes the dementia.When a man fails to get a good response from Viagra, it’s time to try other treatment regimens.This work provided the basis for the development and introduction of several new therapeutic modalities into the management of erectile dysfunction that is now offered to the patients. generic viagra buy online – mizi – 96413 viagra side effects 61864 – eb G’night

  3. sehat4life berkata:

    Wah bagus sekali artikel nya, bisa menjadi banyak masukan nih.
    Makasih ya!

    saya sedang menulis perihal “Mengapa Timbul Penyakit” di blog saya. silakan berkunjung ya!

    http://distributor4lifeindonesia.wordpress.com/2008/11/29/mengapa-timbul-penyakit/

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s